Doa adalah senjata orang beriman (silahul mu'min) dan penghubung langsung antara hamba dengan Sang Khalik. Mengetahui adab-adab berdoa dan waktu-waktu yang telah dijanjikan Allah sebagai waktu mustajab akan mempercepat terkabulnya permohonan kita.
1. Adab-Adab Pokok dalam Berdoa
- Ikhlas dan Yakin Dikabulkan: Berdoa dengan keyakinan penuh bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Mengabulkan, tanpa merasa ragu atau putus asa.
- Memuji Allah dan Bershalawat: Memulai doa dengan memuji asma-asma Allah (Asmaul Husna) lalu mengucapkan shalawat kepada Nabi Muhammad (Shallallahu 'Alaihi Wasallam), serta menutup doa dengan shalawat.
- Menghadap Kiblat dan Mengangkat Tangan: Rasulullah (Shallallahu 'Alaihi Wasallam) bersabda bahwa Allah Maha Pemalu dan Maha Mulia, Dia malu menolak kedua tangan hamba-Nya yang terangkat ke langit dalam keadaan hampa (HR. Abu Dawud & Tirmidzi).
- Merendahkan Suara (Tadharru' wa Khufyah): Berdoa dengan penuh kelembutan dan kekhusyukan, tidak berteriak-teriak.
- Memastikan Rezeki yang Halal: Makanan, minuman, dan pakaian yang haram adalah penghalang terbesar dikabulkannya doa (HR. Muslim No. 1015).
2. Waktu-Waktu Mustajab yang Diabsen dalam Hadits Shahih
- Sepertiga Malam Terakhir: Saat Allah SWT turun ke langit dunia menyeru hamba-Nya yang memohon ampun dan meminta hajat (HR. Bukhari No. 1145 & Muslim No. 758).
- Di Antara Adzan dan Iqamah: Doa pada waktu ini tidak tertolak (HR. Abu Dawud No. 521).
- Saat Bersujud dalam Shalat: Posisi terdekat seorang hamba dengan Rabb-nya adalah saat bersujud, maka perbanyaklah doa (HR. Muslim No. 482).
- Saat Turun Hujan Lebat: Pintu-pintu langit dibuka dan rahmat diturunkan (HR. Al-Hakim, shahih).
- Sore Hari di Hari Jumat: Terutama pada satu jam terakhir menjelang tenggelamnya matahari (menjelang Maghrib) (HR. Bukhari No. 935 & Muslim No. 852).
Kembali ke Daftar Artikel
Bagikan:
WhatsApp