Shalat adalah tiang agama dan amalan pertama yang akan dihisab pada hari kiamat kelak. Namun, banyak dari kita yang sering kali merasa shalat hanya sebatas rutinitas gerakan fisik tanpa kehadiran hati dan jiwa (khusyuk).
1. Makna Khusyuk Menurut Para Ulama Salaf
Secara bahasa, khusyuk bermakna ketundukan, kerendahan hati, dan ketenangan. Imam Ibnu Rajab al-Hanbali menjelaskan bahwa hakikat khusyuk adalah kelembutan hati, ketenangan, kepatuhan, serta kehinaan diri di hadapan kebesaran Allah SWT. Ketika hati telah khusyuk, seluruh anggota badanโmata, tangan, kaki, dan lisanโakan tunduk mengikuti kekhusyukan tersebut.
ููุฏู ุฃูููููุญู ุงููู
ูุคูู
ูููููู ุงูููุฐูููู ููู
ู ููู ุตูููุงุชูููู
ู ุฎูุงุดูุนูููู
"Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalat mereka."
QS. Al-Mu'minun: 1-2
2. Langkah Praktis Meraih Shalat Khusyuk Sesuai Sunnah
- Menyempurnakan Wudhu: Berwudhu dengan tertib, tidak terburu-buru, dan membaca doa setelah wudhu akan menggugurkan dosa-dosa kecil bersama tetesan air wudhu.
- Menghentikan Urusan Dunia Sebelum Takbir: Hadirlah di masjid sebelum adzan atau sesaat setelah iqamah, lakukan shalat tahiyyatul masjid atau qabliyah agar hati memiliki jeda peralihan dari kesibukan duniawi.
- Menghayati Makna Dialog dalam Surat Al-Fatihah: Dalam hadits qudsi riwayat Muslim (No. 395), Allah SWT menjawab setiap ayat Al-Fatihah yang dibaca oleh hamba-Nya. Berhentilah sejenak di setiap akhir ayat untuk merasakan jawaban Allah tersebut.
- Menjaga Tuma'ninah di Setiap Rukun: Jangan shalat seperti 'ayam mematuk makanan'. Berhentilah sejenak saat ruku', i'tidal, dan sujud hingga seluruh persendian tulang kembali tenang ke posisinya.
- Melawan Bisikan Waswas Setan (Khanzab): Jika pikiran melayang ke urusan pekerjaan, mintalah perlindungan kepada Allah (ta'awwudz) dan meludah tipis ke arah kiri tiga kali sebagaimana petunjuk Nabi (Shallallahu 'Alaihi Wasallam).
Kembali ke Daftar Artikel
Bagikan:
WhatsApp