Miqat Makani adalah batas geografis yang telah ditetapkan secara syar'i oleh Rasulullah (Shallallahu 'Alaihi Wasallam) bagi siapa pun yang hendak memasuki Tanah Suci Makkah untuk berniat ihram haji atau umrah. Memahami miqat adalah kunci keabsahan wajib umrah.
1. Titik-Titik Miqat Makani yang Ditetapkan Nabi SAW
- Dzulhulaifah (Bir Ali): Miqat bagi jamaah yang datang dari arah Madinah (berjarak sekitar 450 km dari Makkah).
- Yalamlam: Miqat bagi jamaah yang datang dari Yaman dan arah selatan, termasuk jalur penerbangan jamaah Indonesia yang langsung mendarat di Jeddah.
- Qarnul Manazil (As-Sailul Kabir): Miqat bagi penduduk Najd dan jamaah dari arah Taif.
- Al-Juhfah (Rabigh): Miqat bagi jamaah dari arah Syam, Mesir, dan Afrika Utara.
- Dzat 'Irq: Miqat bagi penduduk Iraq dan sekitarnya.
2. Tata Cara Niat Ihram di Pesawat
Bagi jamaah Kanomas yang mengambil rute penerbangan langsung Jakarta - Jeddah, titik miqat Yalamlam akan dilewati saat pesawat masih mengudara di atas Laut Merah (sekitar 30-40 menit sebelum mendarat di Bandara King Abdulaziz Jeddah).
Sebelum memasuki garis miqat, pilot dan muthawwif Kanomas akan memberikan pengumuman resmi. Jamaah laki-laki telah mengenakan kain ihram sejak di bandara keberangkatan atau di atas pesawat, lalu melafazkan niat ihram bersama-sama dan mulai bertalbiyah.