Lisan adalah karunia agung dari Allah SWT yang dapat menjadi jembatan menuju surga tertinggi, namun di saat yang sama bisa menjadi jurang yang menjerumuskan manusia ke dasar neraka Jahannam jika tidak dijaga dengan ketakwaan.
1. Perintah Berkata Baik atau Diam
2. Waspadai Bahaya Ghibah dan Namimah (Adu Domba)
Al-Qur'an mengibaratkan orang yang menggunjing (ghibah) saudara sesama muslim seperti memakan bangkai saudaranya yang telah mati (QS. Al-Hujurat: 12).
Rasulullah (Shallallahu 'Alaihi Wasallam) juga memperingatkan tentang bahaya al-Muflis (orang yang bangkrut di akhirat). Yaitu orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat yang menggunung, namun pahalanya habis dibagi-bagikan kepada orang yang pernah ia caci maki, fitnah, dan sakiti hatinya semasa di dunia (HR. Muslim No. 2581).
3. Adab Menjaga Lisan di Era Media Sosial
- Tabayyun Sebelum Berbagi: Cek kebenaran berita sebelum membagikannya (share) di grup percakapan atau linimasa media sosial.
- Menahan Diri dari Komentar Buruk: Tulisan jari jemari di layar gawai memiliki konsekuensi hisab yang persis sama dengan ucapan lisan.
- Menghiasi Percakapan dengan Kalimat Thayyibah: Mengganti perkataan sia-sia dengan ucapan salam, istighfar, tasbih, tahmid, dan doa kebaikan bagi sesama.