Logo Kanomas Tasikmalaya
KANOMAS TASIKMALAYA Teman Setia Menuju Baitullah
Wisata Arab Saudi • 6 Menit Baca

Menjelajahi Al-Balad Jeddah: Romantisme Kota Tua Bersejarah di Gerbang Laut Merah

Ditulis oleh: Tim Edukasi & Bimbingan Kanomas • Diperbarui: 2026

Sebagai pintu gerbang utama jamaah haji dan umrah dari seluruh penjuru bumi selama berabad-abad, Al-Balad (Kota Tua Jeddah) memancarkan romantisme sejarah pesisir Laut Merah yang tiada duanya di Semenanjung Arabia.

menjelajahi al balad jeddah bersejarah bersama Kanomas Tasikmalaya
Menyusuri arsitektur roshan bersejarah dan pintu gerbang jamaah haji di Al-Balad Jeddah bersama Kanomas Tasikmalaya.

1. Seni Arsitektur Rawasheen yang Menakjubkan

Keunikan visual Al-Balad yang diakui UNESCO terletak pada rumah-rumah menara berbahan batu karang laut yang dihiasi jendela kisi-kisi kayu ukir berwarna-warni yang disebut Rawasheen.

Rawasheen bukan sekadar elemen estetika, melainkan solusi arsitektur cerdas zaman dulu yang berfungsi menangkap hembusan angin sejuk Laut Merah, memberikan sirkulasi udara alami, sekaligus menjaga privasi penghuni wanita di dalam rumah agar tidak terlihat dari jalanan.

2. Mengunjungi Rumah Bersejarah Beit Nassif

Dibangun pada akhir abad ke-19 untuk Gubernur Jeddah, Beit Nassif memiliki 106 kamar dan dirancang dengan tangga landai yang sangat lebar agar kuda dapat dinaiki langsung hingga ke lantai atas untuk mengantar air bersih dan perbekalan. Di sinilah Raja Abdulaziz Al Saud pertama kali singgah saat memasuki kota Jeddah pada tahun 1925.

3. Menikmati Suasana Pasar Tradisional Souq Al Alawi

Menyusuri lorong-lorong batu Al-Balad membawa jamaah ke Souq Al Alawi, pasar tertua di Jeddah yang menjual aneka rempah-rempah eksotis, kayu gaharu wangi (oud), perhiasan perak tradisional, dan jubah sutra khas saudagar Hijaz.