Logo Kanomas Tasikmalaya
KANOMAS TASIKMALAYA Teman Setia Menuju Baitullah
Ibadah Islam • 7 Menit Baca

Panduan Puasa Sunnah Lengkap: Keutamaan Senin-Kamis, Ayyamul Bidh, dan Puasa Dawud

Ditulis oleh: Tim Edukasi & Bimbingan Kanomas • Diperbarui: 2026

Selain puasa wajib di bulan suci Ramadhan, Rasulullah (Shallallahu 'Alaihi Wasallam) memberikan teladan untuk membiasakan puasa sunnah secara berkala. Puasa sunnah adalah madrasah pengendalian hawa nafsu dan sarana melipatgandakan pahala kebaikan sepanjang tahun.

panduan puasa sunnah senin kamis ayyamul bidh bersama Kanomas Tasikmalaya
Membersihkan jiwa dan meneladani sunnah puasa rutin sebagai persiapan umrah bersama Kanomas Tasikmalaya.

1. Puasa Senin dan Kamis: Waktu Pengangkatan Amal

Rasulullah (Shallallahu 'Alaihi Wasallam) sangat bersemangat menjalankan puasa pada hari Senin dan Kamis. Ketika ditanya alasannya, beliau bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
"Amal-amal manusia diperiksa di hadapan Allah pada hari Senin dan Kamis. Maka aku menyukai saat amalku diperiksa, aku dalam keadaan berpuasa."
HR. Tirmidzi No. 747 (Shahih)

2. Puasa Ayyamul Bidh (Hari-Hari Putih)

Ayyamul Bidh adalah puasa sunnah pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Hijriah (saat bulan purnama bersinar terang benderang). Rasulullah (Shallallahu 'Alaihi Wasallam) berwasiat kepada Abu Hurairah RA untuk tidak meninggalkan tiga hal hingga akhir hayat: puasa tiga hari setiap bulan (Ayyamul Bidh), dua rakaat shalat Dhuha, dan shalat Witir sebelum tidur (HR. Bukhari No. 1981).

Fadhilah berpuasa tiga hari setiap bulan setara dengan berpuasa sepanjang tahun (dihitung 10 kali lipat kebaikan untuk setiap harinya).

3. Puasa Nabi Dawud AS: Puasa Paling Dicintai Allah

Tingkatan puasa sunnah tertinggi adalah puasa selang-seling (sehari puasa, sehari tidak) sebagaimana puasa Nabi Dawud 'alaihissalam (HR. Bukhari No. 1976 & Muslim No. 1159).